0

Yogyakarta!

Yogyakarta, kota yang dulu aku impikan untuk mengunjunginya. Akhirnya bisa ku kunjungi dengan beberapa puluh teman berombongan. Kota ini terkenal dengan kota pelajar yang tentunya banyak sekolah dan perguruan tinggi dari sekolah masinis hingga sekolah camat. Kota yang spesial dengan kerajaannya dan meseumnya,orang-orang ada yang mengatakan 48 ada juga yang mengatakan 42, entahlah.

Mungkin karena telah terbiasa hidup di Kota Bandung yang bersuhu lumayan dingin, di sana aku pun kepanasan bukan kepalang. Untungnya dari rumah tak berniat membawa jaket, karena ternyata teman-temanku yang membawa jaket hanya memenuhi tas saja di sana tak lebih.

Kunjungan pertama kami adalah BPMR dilanjut ke Kampus UNY, kampus pendidikan di Yogyakarta. Art deco yang dipunyai Yogyakarta memang kental sekali dengan ke-jawa-annya, apalagi dengan art deco kampus UNY. Kemudian berkunjunglah ke kampus UGM yang tak lebih spesial dari yang lain. Malam harinya kami (aku dan teman-teman) pergi ke malioboro untuk sekedar jalan-jalan dan berbelanja oleh-oleh, kami pun menikmati indahnya malam ke angkringan kopi joss sambil bercengkrama, nikmat. Namun, terlalu malam untuk terus bercengkrama karena sadar esok masih banyak lagi perjalanan yang akan kami lalui. Akhirnya aku pun dengan beberapa teman yang ingin beristirahat pergi ke hotel yang lebih mirip kos-kosan atau wisma dengan ada AC di dalamnya.

Esoknya kami berkunjung ke Keraton Jogja,Ttaman Pintar, dan mengakhiri perjalanan ke Candi Borobudur.

Tekpend UPI & TP UNY

Tekpend UPI & TP UNY

di Candi Borobudur

di Candi Borobudur

di Taman Pintar

di Taman Pintar

Advertisements
0

Desa Kabut to Desa Cinta (Part-2 End)

Pelatihan Guru adalah program yang hari itu dijalankan hari itu pula selesai. Program ini dilaksanakan di kecamatan, walau hujan turun menghadang memadamkan kobaran api semangat, namun itu membuat kami lebih mengobarkan api semangat. Dengan target lebih dari 40 guru untuk mengikuti pelatihan ini dan Alhamdulillah mencapai target. YEAH!

Pengembangan Potensi Desa. Kami sempat bingung akan mengembangkan potensi desa yang seperti apa dan yang bagaimana. Mulai dari membuat struktur organigram karena di desa itu tak jelas siapa saja yang menjadi petinggi desa tersebut. Dan dengan request Kades di sana bahwa mereka menginginkan ukuran lapangan olahraga standar Internasional. Yap. Dengan bantuan modem maka kami pun mencari dan mengemasnya untuk diberikan kepada Pak Kades. Hari demi hari pun berlalu tanpa perkembangan yang signifikan untuk mengembangkan desa ini. Namun, akhirnya setelah kami mencari ‘sesuatu’ untuk kami kembangkan, kami pun telah melihat endingnya seperti apa. Dan YEAH! akhirnya satu dusun yang saling memperebutkan kekuasaan pun bisa kami persatukan dalam sebuah forum.

Setelah kami pun merasa spiritual personal kami perlu di-charge akhirnya ada Program MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Malam hari itu dimulai dengan diadakannya ceramah di suatu masjid walau ada yang tak mengerti dari ceramah tersebut karena Penceramah menggunakan BAHASA SUNDA 😀 haha. Dilanjut malamnya dengan sholat malam dan diakhiri dengan menonton video tentang Ibu.

Akhirnya kita beranjak pada program terakhir yaitu Festival Sekolah yang mana telah diagendakan sebelumnya kepada kakak-kakak TLA untuk memberitahukan kepada Anak-anak SD supaya bisa menampilkan kehebatannya. Ini adalah hari terakhir kami di Kampung Cikadu ini. Pagi hari dimulai dengan suara tangtengtong tangtengtong PAWAI DESA seluruh anak SDN Restu Agung pun mengelilingi desa yang telah kami tentukan rutenya dengan membawa serangkaian pawai yang telah disiapkan mereka dan kakak-kakak TLA. Setelah pawai berakhir berlanjutlah ke Perlombaan Tradisional, ada Balap Kelereng dan Balap Karung. Ada juga lomba yang lain yaitu Menggambar dan Mewarnai, Mewarnai, Puisi, dan Cerdas Cermat. Anak-anak ini begitu antusias dan selalu mengobarkan api semangat mereka. Saya yakin mereka pasti sukses jika terus bersemangat dalam hal yang positif.

Akhirnya kami pun rehat untuk mempersiapkan sebuah Panggung yang nantinya akan menampilkan pertunjukan dari anak-anak di desa cikadu. Mulai dari ba’da Ashar acara pun dibuka. Yang pertama kali naik panggung ya tentu saja MC (hehe), maksudnya yang pertama kali naik panggung untuk pertunjukan adalah adik-adik PAUD dengan suara lucunya mereka bernyanyi water melon dan orange juice (wkwk), wajah mereka yang polos membuat hati kami menjadi adem. Dilanjut anak kelas 1 SD dengan membawakan lagu pelangi-pelangi dan tepuk toge andalan mereka. Kelas 2 pun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk naik panggung, dan kamau tahu apa yang mereka bawakan? Ya. MARS TEKPEND sodarah sodarah yang dipimpin oleh Fahrizal, seketika desa bergemuruh karena kakak-kakak HIMA TEKPEND ikut meneriakan MARS TEKPEND ini. Dilanjut ke kelas 3, 4, 5, dan 6. Tidak hanya itu kami juga menyelipkan door prize untuk para bapak dan ibu yang menonton.

Akhirnya sampai di akhir acara, dengan Ketua Pelaksana P2M menyatakan terima kasihnya kepada masyarakat kampung cikadu dan sekitarnya telah menerima kami di kampung ini untuk bisa belajar mengabdi. Kesempatan juga diberikan kepada Ketua HIMA TEKPEND untuk mewakili rasa terima kasih kami.

3

YouWave Android, Emulator Android Kece Banget

Halo bro, kepengen hp android ya?

Ngapain beli mahal-mahal kalau ente bisa dapet yang gratis. Et, tunggu dulu. Bukan hpnya yang gratis, melainkan softwarenya.

Isinya persis kayak android asli deh dijamin. Kamu bisa install aplikasi2 android yang kamu inginkan seperti line, whatsapp, dan game android lainnya juga bisa.

Download dulu aplikasinya >>  di sini. <<

Kalau mau menambahkan aplikasi androidnya, bisa download dulu di blapkmarket, dll. terus simpen file extension .apk nya di…

c -> user -> profile -> youwave android

coba deh, pasti asik. Eh iya, sedikit tips, kalau di pc kamu dah terinstall virtual box, mending di-uninstall dulu, biar performance-nya lebih baik.

Thanks. ^^