0

Pagi

Ku terbangun dari mimpiku
Ku sadari pagi menyapaku

Aku memang menyukai menulis pada keheningan malam menuju pagi yang dingin. Saat itu semua gejolak sedang mengalun lembut. Gelombang seakan mengayun mengelus pada riak air yang mengalir.

Kadang tak disangka, banyak inspirasi yang berasal dari pagi. Walau sebenarnya ini masih malam. Ya! malam terlalu malam, pagi pun terlalu pagi. Namun, sekarang aku menyukainya.

Bahagia itu memang sederhana saja. Bertemu pagi pun aku sudah bahagia. Walau ini sebenarnya malam, tapi aku lebih suka menyebutnya pagi.

Halo pagi yang ke 149. Apa kabar?

Advertisements
3

Akhi, Bersyukurlah di Lahirkan Pada Masa Ini

Akhi, Allah menciptakanmu tidak dengan sia-sia. Alhamdulillah kita tidak diciptakan oleh Allah pada Masa Ala Manhaj Nubuwwah, ketika itu bayangkan engkau ingin memberikan sebahagian rizki yang engkau punya kepada orang lain yang membutuhkan engkau tidak bisa akhi, karena saat itu semua berlimpah lalu engkau berkeliling desa untuk mencari orang yang membutuhkan sebahagian dari hartamu namun setelah dicari sekeliling desa engkau masih tak menemukannya. Lalu engkau pun memperluas perjalananmu hingga satu kota kau kelilingi kau mendapati orang yang sedang kelelahan duduk di bawah pohon kemudian engkau memberikan harta yang akan kau berikan itu kemudian orang itu menolak karena ia juga sebenarnya sedang mencari orang yang membutuhkan untuk diberikan sedekah. Lalu sampailah di kota kedua engkau masih belum menemukannya, dan sampai ke kota ke tiga akhirnya engkau menemukan orang yang bisa menerima shodaqohmu, Akhi. Di sini engkau hanya perlu konsistensi untuk menegakkan Islam.

Engkau juga beruntung tidak dilahirkan pada Masa Khilafah bangkit kembali setelah Masa Mulkan Jabariyah. Di sana sekali lagi engkau hanya butuh konsistensi dalam Islam Akhi. Mengapa ana bilang beruntung padahal sebagian besar Muslim menginginkan lahir pada masa kejayaan Islam.

Namun akhi, engkau seharusnya bersyukur dilahirkan pada masa Mulkan Jabariyah. Dimana Islam lebih sering diolok-olok, diserang, dihancurkan, difinah. Allah tidak akan melahirkanmu tanpa misi tertentu. Tentu dalam diri antum sesungguhnya ada pejuang yang masih tertidur, masih belum menyadari bahwa dalam dirimulah pejuang itu ada.

Karena, pada masa ini engkau bisa lebih mudah untuk bersedekah karena manusia lebih banyak orang yang meminta-minta. Engkau lebih mudah berdakwah karena orang lebih banyak yang belum faham akan ilmu agama. Engkau lebih mudah berjihad dengan melawan orang-orang yang menghancurkan Islam.

Perubahan besar itu dimulai dari perubahan-perubahan kecil. Tegakkan Islam mulai dari diri sendiri. Namun, amal jama’i lebih penting. Ajak orang-orang di sekitarmu. Kelak dalam catatan sejarah tinta emas Islam akan dituliskan orang-orang besar yang telah berpengaruh pada kejayaan Islam. Jadilah orang besar tersebut! Continue reading

3

Terima Kasih

Hari ini kedatangan seseorang yang dulu menjadi Murobbi. Beliau sekarang sudah bekerja dan makin baik. Terakhir kali bertemu mungkin beberapa bulan yang lalu saat masih tahun 2013. Dan Alhamdulillah di hari ini saya bisa bertemu kembali karena Allah.

Seperti biasa, ruhiah ringsek di-upgrade menjadi lebih baik. Memang keunggulan beliau adalah meyakinkan seseorang. Dari semula saya tidak yakin dengan amanah yang datang bertubi-tubi sekarang saya bisa lebih yakin dan lebih lapang menyerahkan semuanya pada Allah.

Semua berawal dari liqo, tanpa liqo mungkin takkan ada ikatan ukhuwah seerat ini. Doa robithoh pun mengiringi saat bertemu ataupun saat berpisah. Terima kasih karena tetap membimbing saya, walau bukan binaan resmi karena sudah dipindah, akan tetapi hati kita tetap terikat karena Iman.

Pertemuan tadi diakhiri dengan makan ayam penyet dan minum jus alpukat dari penjual depan mesjid DT. Porsi jusnya jumbo kami pun sampai mual untuk menghabisinya. Memang penjual jus ini paling juara se-gerlong.

Hari telah sore, saya tak ingin berpisah mengakhiri cerita ini. Namun, waktu yang memisahkan kita. Semoga kita dipertemukan kembali di dunia dan di Surga-Nya. Aamiin. 🙂

0

Kita Itu Harus Cerdas dan Berkarakter!

Pagi ini tak seperti biasanya, tak sedingin hati yang menunggu dambaannya, tak sedingin angin yang menjadi pujaan hujan, tak sedingin senja yang menjauh pada malam. Namun, pagi ini memberikan arti bahwa sedingin apapun itu, kita harus tetap hangat pada orang-orang yang ada di sekitar kita.

Pagi ini pun tak ditemani kopi, padahal pagi yang lainnya pun sama. Hanya ada kamar yang berantakan, buku yang berserakan, kertas yang bertebaran. Itulah orang seni, pasti kamu sudah biasa melihatnya, kan?

Ditambah lagi hari ini UTS dan tak ada niatan untuk sedikitpun membuka buku. Buku ini, aku sudah memutuskan untuk tetap bermusuhan dengannya. Bagaimana tidak? Bahasanya ruwet, sampulnya jelek, banyak copast-nya.

Begitu juga manusia. Ketika bahasa yang digunakan tidak bersahabat dengan yang lainnya apa yang terjadi? Orang lain pasti tidak suka, ya kan? Terus penampilannya acak-acakan, slengean, jarang mandi. Orang-orang akan menilai apa? Apalagi ketika dalam berkata ia selalu menuruti kata-kata orang lain atau repost tak punya karakter sendiri.

Memang manusia susah dimengerti, banyak maunya!

0

Katanya Ikhwan Tangguh, Tapi…

Katanya ikhwan tangguh, tapi sedikit-sedikit update status tentang cinta.
Katanya ikhwan tangguh, tapi disuruh sholat ke mesjid males-malesan.
Katanya ikhwan tangguh, tapi sedikit-sedikit curhat.
Katanya ikhwan tangguh, tapi melihat kemungkaran diam saja!
Katanya ikhwan tangguh, tapi tilawah masih a..i..u.
Katanya ikhwan tangguh, tapi tilawah masih jarang.
Katanya ikhwan tangguh, tapi jadi pemimpin gak mau.
Katanya ikhwan tangguh, tapi bantuin orang malah ngumpet.
Katanya ikhwan tangguh, tapi plin-plan.

Jangan ngaku-ngaku deh. Malu-maluin tahu!
Renungan ketika melihat orang yang ada pada cermin.

0

Bahagia dan Rasa Syukur

Aku belajar bagaimana melihat dunia dalam perspektif yang berbeda. Karena bukan ‘kekerenan’ yang dituju. Namun rasa syukur yang mengalir membasahi bait-bait kata yang terucap. Kebahagiaan itu ada saat rasa syukur itu mengalir di dalam dada. Dan kebahagiaan yang hakiki itu tidak dibuat-buat.

Kebahagiaan itu datangnya dari rasa syukur kita. Dimana rasa syukur itu yang menghalangi gejolak nafsu yang terus meledak menginginkan keserakahan. Rasa syukur tidak bisa didapatkan jika tidak kau tumpahkan syukur itu pada semuanya. Karena rasa syukur hadir saat jiwa kita bercengkrama pada Tuhan.

0

Indonesia

Ya Allah, Indonesia terlalu indah untuk ku singgahi. Sampai-sampai Aku melupakannya dan terlalu fokus pada yang lain. Keindahan itu ternyata ada di sini, engkau yang Maha Pencipta memberiku semua itu. Namun tanpa sadar, ku melepaskan keindahan itu.

Ya Tuhan, bagaimana Aku mempertanggungjawabkan semua ini? Air yang mengalir dari atas mata air pegunungan, angin yang sejuk, daun yang hijau, tanah yang coklat, dan embun yang menyejukkan. Itu mungkin hanya warna persepsi, namun ini adalah surga dunia. Kau ciptakan langit berlapis-lapis. Kau ciptakan angsa berwarna putih. Kau ciptakan matahari sangat terang. Hanya di Indonesia alam ini begitu sempurna. Lalu, nikmat yang manakah yang akan kamu dustakan?

Astaghfirullah