2

Ikut LEGO ERGO SCIO Untuk Menonton Payung Teduh

Tiga hari sebelumnya temanku mengatakan bahwa akan ada payung teduh yang menjadi bintang tamunya di suatu acara. Ya, Payung Teduh. Bukan sebuah payung untuk menghindari tetesan air hujan yang jatuh ke pelupuk mata, akan tetapi sebuah grup musik yang membawa senja ke dalam hati pendengarnya.

LEGO ERGO SCIO (Aku Baca, Maka Aku Tahu). Sebuah acara yang diadakan KOMPAS KAMPUS kali ini bekerja sama dengan 7 Perguruan Tinggi di Bandung dan salah satu dari Nangor (bukan bandung). Di acara ini pertama kali saya datang, saya diberi tiket masuk oleh barudak ASAS UPI yang kebetulan menjadi panitia bagian UPI.

Pagi itu jam sembilan, aku dan teman-teman (Jenal, Ofi, Shella) dijemput oleh Bus Pariwisata ber-AC. Sebuah penampakan yang memberikan kesan bagus, ini berarti acaranya tak akan sembarangan. Dan kamu tahu gak? ternyata ketika saya naik, hanya 16 orang yang ikut dari UPI. Wah, hanya 16 orang saja diberi tumpangan bis? Keren :rate5.

Setelah sampai di TKP yaitu Kota Baru Parahyangan Padalarang kami menukarkan tiket dengan fasilitas yang kami dapatkan konsumsi dari mayasari, koran Kompas terbaru, berhak mengikuti undian Doorprize (Kamera, Sepedah, Coffee maker, Sandwich maker) yang ternyata diantara kami tak ada satupun yang memenangkan hadiah 😀 😦

Awal masuk, kami disuguhi performance music oleh Kompascoustic. Pemateri pertama yaitu Wisnu Nugroho seorang blogger dan wartawan dari Kompas yang menjadi wartawan di Istana Presiden. Luar biasa sekali pengalamannya, mulai dari Istana Presiden hingga ke mancanegara.

Kemudian giliran Soleh Solihun seorang StandUp Comedian dan wartawan musik yang mengisi acara kali ini. Kami semua yang menonton tak bisa berhenti tertawa melihat kelakuan yang dipertontonkan Soleh Solihun dengan dukungan dua MC kocak.

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu teman kami (Shella & Ofi) pun datang (maklum Aku dan Jenal hanya ingin menonton Payung Teduh :D). Bintang tamu ketiga yaitu Mira Lesmana seorang Sutradara film yang terkenal AADC, Petualangan Sherina, Sekolah Rimba, Laskar Pelangi, dan masih banyak lagi. Temanku menyempatkan untuk berfoto bareng dengannya.

Shella (kiri) dan Mira Lesmana (tengah).

Shella (kiri) dan Mira Lesmana (tengah).

Berakhir sudah bincang-bincang dengan Mira Lesmana, akhirnya kami disuguhi lagi performance music dari Kompas sambil menunggu Payung Teduh siap perform. Dan dengan berat hati ku menunggu. Ya elah.

Payung Teduh pun akhirnya tampil dengan gaya mereka. Tidak seperti band-band alay yang so ng-rock gaya-gayaan. Mereka sederhana, namun dalam musiknya tersimpan sejuta kerinduan di tengah senja menuju malam yang diantarkan oleh angin kepada hujan. #tsaahhh

Lagu pertama yang dibawa adalah Berdua Saja. Dan aku lupa apa lagi, karena terlalu menikmati kata-kata yang dilantunkan. (HAHA!) Yang pasti, ketika tampil kami tak bosan dengan penampilannya. Karena mereka (Payung Teduh) selalu tersenyum dan berterima kasih. Apalagi di belakang ada barudak ASAS UPI yang malah menar-nari di tengah lagu payung teduh sehingga membawa mata penonton dan payung teduh untuk melihatnya. Bahkan, Bos KOMPAS pun memberikan voucher kepada mereka yang menari-nari di tengah lagu payung teduh. Padahal, lagu payung teduh itu melow semua. Haha.

Akhirnya, hal yang tidak selalu aku suka, yaitu perpisahan. Acara harus berakhir, terlalu cepat dibanding ketika aku menunggu awan yang berbisik pada angin yang menjadikannya hujan. Dan sudah pasti, aku tak mendapatkan hadiah undian doorprize itu. Bisa ku ambil hikmahnya, mungkin Allah tak akan memberikanku rizki yang tidak jelas, karena undian itu kan tidak jelas untuk siapa tau-tau menang aja.

Payung Teduh

Payung Teduh